Peningkatan Tingkat Pengetahuan terkait Penyakit Diare pada Generasi Z di Pondok Pesantren Zamzami, Limo, Depok
DOI:
https://doi.org/10.24903/jam.v10i02.3945Keywords:
Diare, Pengetahuan, Penyuluhan, SwamedikasiAbstract
Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat, sementara praktik swamedikasi yang tidak didukung pengetahuan yang memadai berpotensi menyebabkan penggunaan obat yang tidak rasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan Generasi Z di Pondok Pesantren Zamzami mengenai penyakit diare, penggunaan oralit, penanganan awal diare, serta penggunaan obat secara rasional dalam swamedikasi diare. Kegiatan dilaksanakan pada 25 September 2025 dengan melibatkan 54 santri tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan media slide presentasi dan leaflet. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan pengukuran tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 58,15 sebelum intervensi menjadi 82,37 setelah intervensi. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik (p < 0,001). Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 18,5% menjadi 74,1%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 29,6% menjadi 3,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan berpotensi meningkatkan pengetahuan santri mengenai penyakit diare, penggunaan oralit, penanganan awal diare, dan penggunaan obat yang rasional dalam swamedikasi. Kegiatan edukasi serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung perilaku swamedikasi yang tepat di masyarakat.
References
Auta, A., Hadi, M. A., Oga, E., Adewuyi, E. O., Abdu-Aguye, S. N., Adeloye, D., Strickland-Hodge, B., & Morgan, D. J. (2018). Global access to antibiotics without prescription in community pharmacies: A systematic review and meta-analysis. Journal of Infection, 78(1), 8–18. https://doi.org/10.1016/j.jinf.2018.07.001
FIP. (2017). Responsible self-care and self-medication: A worldwide review of consumer surveys. The Hague: International Pharmaceutical Federation.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Kurniawan, M. F., Sari, D. P., & Putri, A. N. (2021). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap perilaku swamedikasi masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123–130.
Suryawati, S., Santoso, B., & Sari, I. D. (2019). Self-medication practices among community in Indonesia: A review. Indonesian Journal of Pharmacy, 30(3), 123–130. https://doi.org/10.14499/indonesianjpharm30iss3pp123
Widayati, A., Suryawati, S., de Crespigny, C., & Hiller, J. E. (2016). Knowledge and beliefs about antibiotics among people in Yogyakarta City Indonesia: A cross-sectional population-based survey. Antimicrobial Resistance and Infection Control, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.1186/s13756-016-0123-7
World Health Organization. (2019). WHO guidelines on self-care interventions for health and well-being. Geneva: World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wafa, Primayanti Nurul Ilmi, Ariska Deffy Anggarany, Ayu Rana Esadini, Via Rifkia Rifkia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.



